LOGO

LOGO

PGRI KALSEL

PGRI KALSEL

PGRI INDONESIA

KETUA PGRI PUSAT

PGRI

PGRI INDONESIA

PGRI INDONESIA

PGRI INDONESIA

Senin, 02 Oktober 2017

Polisi, Jurnalis dan Nanang-Galuh Datangi Wakil Ketua PGRI Banjarmasin Selatan

Yuseri (Kepala SDN Basirih 10/ Waka PGRI Cab. Bjm Selatan)

Apa yang Anda pikirkan atau ingat ketika mendengar nama SDN Basirih 10 Banjarmasin. Bagi warga Banjarmasin terutama kalangan pendidik SD yang berada di Kecamatan Banjarmasin Selatan tentu tahu dengan sekolah dasar ini. Sekolah dasar dengan akses utama cuma bisa ditempuh lewat jalur sungai. Melalui Muara Basirih di Jalan Tembusan Mantuil Basirih Dalam RT 24 lah para guru dan beberapa siswa memulai perjalanan untuk memenuhi tanggung jawab dan belajar demi mengejar mimpi-mimpi mereka. Dengan menggunakan perahu kelotok dan mengabaikan rasa takut akan bahaya, semangat tetap ditunjukkan pada guru dan murid menuju sekolah tersebut.

SDN Basirih 10 Banjarmasin, beralamat di Jl.sungai Jelai Rt.57 Kelurahan Basirih Selatan Kec. Banjarmasin Selatan. SD ini sendiri saat ini dipimpin Yuseri, S.Pd selaku Kepala Sekolah. Beliau juga merupakan Wakil Ketua PGRI Cabang Banjarmasin Selatan. Tentu walau dianggap sekolah "terpencil" namun selama kepemimpinan beliau banyak kemajuan yang telah dihasilkan. Termasuk bagaimana perhatian berbagai pihak baik dari pemerintah maupun swasta yang peduli dengan pendidikan.

Tercatat beberapa kalangan yang datang berkunjung ke sekolah ini, mulai dari mereka yang ingin mengetahui kondisi sekolah, membuat iklan layanan masyarakat, hunting foto hingga memberikan bantuan untuk sekolah. Bantuan memang kadang diperoleh oleh SDN Basirih 10. Baik bantuan dalam bentuk buku-buku pelajaran, alat tulis ataupun sarana/prasarana penunjang belajar lainnya. Misalnya alat belajar dari IJTI (Ikatan Jurnalis TV Indonesia) Kalsel atau perahu Kelotok dari Pelindo Banjarmasin.

Para grand finalist Pemilihan Nanang Galuh Banjar Kota Banjarmasin 2017 pun pada Senin (4/9/2017) lalu juga mengadakan kegiatan sosial di SDN Basirih 10 ini. Kedatangan finalis Nanang Galuh tentu membuat anak-anak di sekolah tersebut senang. Terlebih juga dengan kehadiran jajaran kepolisian perairan (SATPOLAIRUD) dari Polresta Banjarmasin. Pada kesempatan ini selain mereka berkesempatan mengajak para siswa bermain sambil belajar, tak lupa juga turut menyumbangkan buku-buku bacaan untuk para siswa sekolah tersebut.

Berikut beberapa foto kegiatan tersebut :



Dan video beberapa kegiatan lainnya dapat Anda saksikan di link :


dan


Memang untuk memajukan dunia pendidikan, bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata dan juga untuk mendidik serta mengajar bukan hanya tugas guru saja. Perlu banyak dukungan berbagai pihak untuk mewujudkan generasi yang berkualitas dan berdaya saing di era yang akan datang.

Selamat bekerja dan berkarya untuk Rekan-rekan Pendidik di SDN Basirih 10. Terimakasih untuk dedikasi yang diberikan selama ini. Semoga selalu disehatkan jasmani dan rohani dalam mengembang tanggung jawab sebagai ujung tombak pendidikan banua, bangsa dan negara.

(mhp)

Referensi :


  • Foto : Yuseri
  • http://banjarmasin.tribunnews.com
  • FB IJTI
  • referensi.data.kemdikbud.go.id







Share:

Minggu, 01 Oktober 2017

TENTANG LAMBANG PGRI


Sebuah lambang (logo) merupakan perwakilan sebuah organisasi. Lambang organisasi merupakan pembeda antara suatu organisasi dengan organisasi lain dan bertindak sekaligus sebagai identitas dari organisasi. Di dalam sebuah lambang, biasanya terdapat filosofi dan misi dari organisasi tersebut.

Pada organisasi PGRI, tentang lambang ini diatur dalam AD/ART  yakni pada BAB X tentang Atribut Pasal 13 ayat 1 yang berbunyi "PGRI memiliki atribut organisasi yang terdiri atas Lambang, Panji, Pakaian Seragam, Hymne, dan Mars PGRI".

Adapun penjelasan terkait lambang PGRI adalah sebagai berikut :


  1. Bentuk: cakra/lingkaran melambangkan cita-cita luhur dan daya upaya menunaikan pengabdian terus-menerus.
  2. Ukuran, corak, dan warna bidang: bagian pinggir lingkaran berwarna merah melambangkan pengabdian yang dilandasi kemurnian dan keberanian bagi kepentingan rakyat. Warna putih dengan tulisan "Persatuan Guru Republik Indonesia" melambangkan pengabdian yang dilandasi kesucian dan kasih sayang. Panduan warna pinggir merah-putih melambangkan pengabdian kepada negara, bangsa, dan tanah air Indonesia.
  3. Suluh berdiri tegak bercorak 4 garis tegak dan datar berwarna kuning: Simbol yang melambangkan fungsi guru (pada pendidikan prasekolah, dasar, menengah, dan perguruan tinggi) dengan hakikat tugas pengabdian guru sebagai pendidik yang besar dan luhur.
  4. Nyala api dengan 5 sinar warna merah: Simbol yang melambangkan arti ideologi Pancasila, dan arti teknis yakni sasaran budi pekerti, cipta, rasa, karsa, dan karya generasi.
  5. Empat buku mengapit suluh: Posisi 2 datar dan 2 tegak (simetris) dengan warna corak putih melambangkan sumber ilmu yang menyangkut nilai-nilai moral, pengetahuan, keterampilan dan akhlak bagi tingkatan lembaga-lembaga pendidikan prasekolah, dasar, menengah, dan tinggi.
  6. Warna dasar tengah hijau: Simbol yang melambangkan kemakmuran generasi.

Memang, sebuah lambang memang hanyalah simbol belaka jika diperuntukan cuma sebagai hiasan atau pajangan semata. Makna dan filosopi yang termaktub di dalamnya tentu perlu kita pahami bahkan jika memungkinkan menjadi penggerak dalam bekerja di organisasi termasuk dalam pengabdian bagi kemajuan bangsa dan negara.


Selamat berjuang Guruku!!!


(mhp)


referensi :
http://pgriviikotoilirtebo.blogspot.com/2015/09/arti-penjelasan-lambang-logo-pgri.html
Share:

BUKU TAMU